Senin, 18 Juni 2018

Soal pendapatan, Google Play Store kalah jauh dibandingkan App Store


Bila dilihat secara sekilas, bagi sebagian orang tentu melihat bahwa Google Play Store sebagai toko aplikasi Google lebih berjaya daripada kompetitornya App Store milik Apple. Namun tidak untuk paruh pertama di semester tahun ini.

Dilaporkan Techcrunch, menurut sumber data dari Sensor Tower, paruh pertama di semester ini, pemasukan toko aplikasi milik Apple itu mampu meraih pendapatan sekitar USD 22,6 miliar atau unggul dibandingkan Play Store. Bila diconvert ke rupiah, maka kira-kira Rp 381 triliun.

Sementara rivalnya, toko aplikasi kepunyaan Google hanya mampu meraih USD 11,8 miliar. Angka itu sama dengan Rp 169 triliun. Menilik di tahun lalu saja, belanja konsumen di App Store menang telak dibandingkan Google.

Data tersebut menyebutkan bahwa total belanja konsumen di App Store mampu meraih USD 38,5 miliar. Dua kali lipat dari Google Play Store yang hanya menangguk USD 20,1 miliar.

Hal tersebut, ditulis media itu bukanlah suatu hal yang baru. Sebab, App Store mampu secara konsisten menghasilkan lebih banyak pendapatan daripada rivalnya karena beragam faktor.

Faktor tersebut salah satunya adalah pengguna iOS dilaporkan menghabiskan lebih banyak waktu dengan aplikasinya ketimbang Android.

Adapun ekosistem Android sebetulnya tak cuma berasal dari Google Play Store, ada beberapa toko aplikasi third party lain yang menyediakan aplikasi khusus untuk Android, seperti Amazon Appstore atau Samsung Store.

Di Tiongkok sendiri, Google Play Store bahkan tidak tersedia. Hanya App Store yang hadir untuk pengguna iOS Tiongkok.

0 komentar:

Posting Komentar