Jumat, 17 Mei 2019

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Pemeriksaan USG


Pemeriksaan USG biasanya dilakukan oleh para wanita hamil sebagai cara menghitung usia kehamilan. Meskipun terdapat cara lain yang bisa dilakukan, namun USG masih menjadi sasaran bagi para wanita hamil untuk bisa mengetahui usia kehamilan, HPL dan hal-hal lainnya terkait kondisi si bayi. 

USG Pertama Kali
Sangat penting bagi wanita hamil untuk melakukan USG pertama kali. Anda bisa melakukannya pada usia kehamilan 6-8 minggu untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya kehamilan anggur dan kehamilan ektopik. Selain itu, pemeriksaan USG ini memiliki margin error sekitar 3 hari untuk menentukan usia kehamilan. 

Untuk bisa melakukan USG maka kantung kemih tidak boleh kosong pada kehamilan muda agar kantung gestasi dan isinya dapat terlihat melalui USG Transabdominal. Jika masih belum terlihat, akan dilakukan USG melalui Transvaginal. Apabila belum terlihat juga, pemeriksaan USG akan dilakukan ulang dalam waktu 2 minggu. 

Apakah USG Bisa Memperlihatkan Jenis Kelamin Bayi?
Kehamilan menjadi anugerah terbesar bagi seorang ibu dan tentunya suaminya karena mereka akan segera mendapatkan momongan. Hal ini membuat mereka tidak sabar untuk bisa bertemu dengan si kecil, tak terkecuali untuk mengetahui jenis kehamilan bayi yang masih dalam kandungan.

Keinginan inilah yang seringkali menggerakkan ibu hamil untuk melakukan USG. Padahal, pemeriksaan USG ini tidak bisa memberikan hasil berupa jenis kelamin karena pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan janin dan juga perkembangannya selama dalam rahim

Apa Saja Hasil dari Pemeriksaan USG?
Pada umumnya, pemeriksaan USG digunakan sebagai cara menghitung usia kehamilan. Tidak hanya itu, pemeriksaan USG ternyata bisa memberikan beberapa hasil, seperti hari perkiraan lahir atau HPL. Dengan pemeriksaan ini, Anda akan mengetahui kapan diperkirakannya si buah hati akan lahir.

Selain itu, pemeriksaan USG juga dapat mengetahui jumlah janin yang Anda kandung karena bisa jadi kembar. Dengan pengalaman ini, sang ibu dan suami biasanya akan merasa senang karena seakan-akan bertemu dengan buah hati. Terutama saat mereka mendengarkan detak jantung dan merasakan gerakan janin. 

Jangan Terlalu Sering Melakukan Pemeriksaan USG
Meskipun banyak hasil yang bisa kita dapatkan dari pemeriksaan USG ini, akan tetapi disarankan untuk tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan alat USG dapat menghantarkan panas yang mungkin akan berdampak pada kesehatan janin. Meskipun belum ada penelitiannya, tidak ada salahnya jika Anda menghindari risiko ini. 

Beberapa ahli menyarankan bahwa pemeriksaan USG dilakukan maksimal 3 kali, yaitu pada awal kehamilan untuk mengetahui kondisi awal janin, kemudian pemeriksaan kedua saat kehamilan usia 20 minggu untuk mengetahui adanya kelainan dan terakhir, saat mendekati persalinan atau trimester terakhir.

Demikian cara menghitung usia kehamilan menggunakan USG dengan beragam kelebihan dan kekurangannya. Untuk mendapatkan informasi menarik dan bermanfaat lainnya, Anda bisa berkunjung ke Orami Magazine di orami.co.id.